banner 728x250
Daerah  

Komunitas Tersalur Medan, Upayakan Kesejahteraan Manusia Berlandaskan SDGs

Tersalur Medan merupakan non governmental organization yang berbasis di Medan. Komunitas ini bergerak di bidang sosial guna menunjang kesejahteraan masyarakat. (Foto: Dok. Pribadi Tersalur Medan)

RUBRIKA – Tersalur Medan merupakan non governmental organization yang berbasis di Medan.

Komunitas ini bergerak di bidang sosial guna menunjang kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

Tersalur Medan menjadi komunitas yang melandaskan aktivitasnya pada Sustainable Development Goals (SDGs) atau 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan hingga tahun 2030.

Ketua Tersalur Medan, Muhammad Irhamsyah, menyatakan awalnya komunitas tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dikala pandemi.

“Tersalur Medan didirikan pada tahun 2020, dikarenakan munculnya empathy dari Founder Tersalur untuk membantu orang-orang di masa pandemi Covid-19 seperti orang yang terinfeksi Covid, orang-orang yang di PHK, tunawisma, dan lainnya. Lalu berlanjut hingga teride komunitas ini berlandaskan SDG’s,” ujar Irham, Kamis (2/11/23) lalu.

Salah satu cara Tersalur Medan dalam memberikan manfaat adalah dengan melaksanakan aksi penggalangan dana.

Donasi yang terkumpul dari para donatur nantinya akan mereka salurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk lain.

Selama kurun waktu kurang lebih 3 tahun, Tersalur Medan telah melaksanakan beberapa program kerja dari aksi galang dana tersebut. Komunitas tersebut juga aktif dalam bergerak di bidang pendidikan.

Hal tersebut selaras dengan pernyataan Annisa, Wakil Ketua Tersalur Medan, bahwa tahun ini fokus SDG’s mereka ialah poin 3 (Good Health & Well Being), poin 4 (Quality Education), dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth). 

“Kita memang ikut mendukung SDG’s program. Pertama kali kami harus nentukan dulu untuk kepengurusan tahun ini kami mau berfokus ke SDG’s yang mana di tahun ini berfokus di kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan, lalu kami akan buat project-project yang akan berkenaan dengan fokus-fokus yang sudah ditentukan,” ujar Annisa, Selasa (17/10/22).

Beberapa upaya Tersalur Medan dalam merealisasikan SDG’s antara lain dengan menjalankan program seperti “Salurkan Keberkahan” saat bulan Ramadhan, di mana Tersalur Medan akan memfasilitasi para donatur yang ingin memberikan sumbangan kepada anak-anak di panti asuhan. 

Program tersebut selaras dengan poin SDG Good Health & Well Being. Tersalur Medan juga menekankan fokus programnya pada poin ke-4 SDG’s, yaitu Quality Education. 

Output Tersalur Medan dalam merealisasikan poin tersebut ialah dengan memberikan edukasi non formal terhadap masyarakat umum. Tersalur Medan telah melaksanakan pelatihan pembuatan  aksesoris di Percut, Sumatera Utara. 

Pada Oktober 2023 pula, Tersalur Medan juga telah mengumpulkan dana yang nantinya akan disalurkan kepada murid SLB Al-Azhar Medan dalam bentuk alat tulis, untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran mereka.

Selain dampaknya terhadap masyrakat, Tersalur Medan juga peduli terhadap hewan.

Tersalur Medan membuka penggalangan dana saat berkolaborasi dengan komunitas Kediloversmedan, komunitas yang bergerak untuk me-rescue kucing-kucing jalanan yang sakit.

Hasil dana yang dikumpulkan oleh Tersalur Medan dialokasikan ke kebutuhan makanan dan pasir kucing yang sedang dirawat di sana.

“Kami ingin untuk tetap menjadi penjembatan antara orang-orang yang ingin membantu seperti donatur dan relawan, dengan orang-orang yang memerlukan bantuan, dengan niat, cara, dan hasil yang baik dan benar sesuai peraturan yang ada. Kalau kita membantu orang, pasti kita akan dibantu oleh Tuhan dari arah yang tidak bisa sangka-sangka. Jadi mari saling membantu ya,” kata Irham, Kamis (2/11/23).  (***)