banner 728x250

Haru, Wiranata Oey Kenang Kali Pertama Reses Bersama Warga Joko Tole Balikpapan

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Wiranata Oey menggelar dialog warga dikawasan Jalan Joko Tole RT 44 Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Jumat (28/06/2024).

BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Wiranata Oey menggelar dialog warga dikawasan Jalan Joko Tole RT 44 Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Jumat (28/06/2024).

Dalam dialog bersama warga tersebut, Wiranata Oey menggandeng BPBD untuk memberikan sosialisasi tentang penanggulangan bencana kepada warga Joko Tole.

banner 336x280

“Keaktifan masyarakat sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana, intinya bagaimana kita bisa menghadapi bila ada bencana atau bagaimana kita menghadapi supaya bencana itu tidak terjadi namun nanti akan disampaikan langsung oleh BPBD,” ucap Wiranata Oey

Bagi Politisi PDI Perjuangan ini, warga Joko Tole adalah bagian sejarah dalam hidupnya. Sebab, kali pertama dia dilantik menjadi anggota legislatif 2014 lalu, tujuan dan tempat reses pertama yang ia datangi adalah warga Joko Tole.

“Reses pertama saya ada di RT 44 Joko Tole ini dan keluhan masyarakat Joko Tole pada saat itu ialah belum adanya saluran air PDAM ke Jalan Joko Tole,” ungkapnya dengan rasa haru.

“Alhamdulillah tahun ke-8 sudah dipasangkan pipa Induk PDAM, kok lama sekali? Begitulah perjuangan kita bapak/ibu kalau misalnya mau pasang cepat warga harus bayar, dengan perjuangan saya ini di jalan Joko Tole masyarakat tidak harus bayar untuk pemasangan pipa PDAM, kalau urus sendiri kita harus bayar sampai miliaran, karena harus memasang pipa Induk,” sambungnya.

“Untuk periode selanjutnya saat ini saya sudah tidak terpilih lagi tapi saya kemarin sudah bicara dengan Pak RT, bapak-bapak ibu-ibu kalau sudah daftar, di daftar ulang lagi dan sampai di bulan Agustus 2024 masa saya jadi anggota Dewan sudah berakhir,” katanya.

“Namun sebelum berakhir jabatan saya, saya mau perjuangkan untuk Joko Tole kembali dan untuk selanjutnya silakan Pak RT-nya bapak/ibu nanti minta bantu kepada anggota dewan yang lain untuk memperjuangkannya,” ujarnya.

Dialog selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD kota Balikpapan, Bambang Subagyo.

Dia mengatakan tugasnya ialah di bidang penanggulangan bencana yang terjadi di Kota Balikpapan seperti banjir, tanah longsor.

Intinya penanggulangan bencana yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

“Banjir yang sering terjadi di Kota Balikpapan biasanya hanya banjir genangan saja, rata-rata tidak sampai 2 jam sudah surut, yang parah itu bila terjadi kebakaran, itu kerugiannya banyak sekali,” terang Bambang.

Dia juga mengimbau kepada warga Joko Tole agar melaporkan kepada pihaknya jika terjadi bencana.

“Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami mengurusi laporan bapak ibu jika ada laporan terkait kebakaran, rumah dimasukin ular, rumah dimasukin biawak, rumah ada tawonnya bapak dan ibu silahkan melapor kepada kami, setelah itu kami akan langsung turun kelapangan,” ucapnya.

Dalam dialog warga tersebut, warga juga dipersilakan untuk bertanya keluhannya terhadap kampung tersebut seperti yang disampaikan oleh salah satu warga, Erwin dari RT 44 yaitu pengendali yang sedimennya sudah tinggi dan mampet karena banyaknya pasir yang tertimbun.

“Mas Erwin juga tadi menyampaikan tentang sedimen yang sudah tinggi, sedimen itu tinggi bukan dari daerah masyarakat, namun pasir yang masuk ke dalam sedimen, ada pematangan lahan di sampingnya sehingga kemungkinan air masuk kedalam pengendali otomatis saluran air terhambat kalau datarannya rendah otomatis daerah itu akan banjir,” ujar Wiranata Oey.

“Untuk penanggulangannya cara yang pertama adalah  gotong royong warga dan yang kedua pemerintah harus pro aktif untuk memperbaiki saluran airnya,” sambungnya.

Wiranata Oey menambahkan, pemerintah juga sudah membuat program namanya Katana (Kampung Tangguh Bencana) yang sudah di bentuk perkelurahan.

Katana dibentuk untuk membantu bila ada bencana di wilayah tersebut dan pembinanya adalah langsung dari lurah setempat. (***)

banner 336x280