banner 728x250
Wisata  

Kembangkan Wisata Deli Serdang, Nurhasanah: Anak Muda Harus Bangga Perkenalkan Daerah

Nurhasanah atau yang kerap dipanggil Hasanah merupakan seorang Duta Wisata Puteri Deli Serdang (2019).

RUBRIKA – Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten yang kaya akan nilai kebudayaan, baik dari tradisi hingga keindahan wisata alam yang beragam. 

Ini merupakan potensi besar yang menjadi sebuah kesempatan yang dimiliki Deli Serdang untuk menunjang pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan produk kebudayaan yang kreatif. 

banner 336x280

Namun di masa kini, hal-hal yang berbau tradisi dan kebudayaan banyak ditinggalkan generasi muda. 

Sehingga, diperlukan terobosan baru untuk memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan daerah, kerajinan, serta pariwisata sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkannya.

Sejatinya, kesadaran untuk melestarikan warisan budaya daerah harus dimulai oleh para generasi muda bangsa. 

Saat ini, kita tidak kekurangan SDM generasi muda yang bisa memberikan terobosan baru untuk permasalahan ini. 

Hanya saja, kita perlu kesadaran dan gerakan nyata, karena generasi muda merupakan generasi kritis yang memilikii banyak ide dan inovasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman. 

Secara khusus, untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang. Dengan begitu, wisatawan lebih mengenal Deli Serdang, bukan hanya tingkat nasional, tapi hingga internasional.

Melihat permasalahan ini, Nurhasanah yang merupakan putri daerah Deli Serdang dengan bangga memperkenalkan tradisi dan kebudayaan Deli Serdang. 

Nurhasanah atau yang kerap dipanggil Hasanah merupakan seorang Duta Wisata Puteri Deli Serdang (2019). 

Sejak di bangku SMA, Nurhasanah sudah memperoleh prestasi yang membawa harum nama daerahnya.

Dijumpai di Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD) Deli Serdang, Nurhasanah memperkenalkan beragam kerajinan yang menunjang Ekonomi Kreatif di Deli Serdang.

“P3UD Deli Serdang ini merupakan pusat pameran yang memperkenalkan kerajinan-kerajinan produk UMKM masyarakat Deli Serdang. Di sini ada beragam macam produk, seperti kain tenun, koleksi sepatu dan tas yang terbuat dari kerajinan tangan, produk olahan makanan seperti teh dari serai, keripik, dan banyak lagi,” ujar Hasanah.

Ia menambahkan, ditempat itu juga para pejabat, wisatawan lokal maupun mancanegara sering berkunjung, bahkan anak-anak sekolah yang datang untuk study tour.

“Jadi, memang tempat ini salah satu tempat wisata yang menjadi ikon di Deli Serdang,” katanya.

Berbicara mengenai kain tenun yang diproduksi di P3UD Deli Serdang, Hasanah menyampaikan bahwa produksi yang mereka lakukan kali ini sudah melakukan trobosan baru, seperti desain yang mengikuti tren anak muda. 

Model-model yang ditawarkan juga sudah berkembang dan tidak terkesan ketinggalan zaman. 

Hal ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Deli Serdang untuk mempertahankan tradisi dan kebudayaan mereka, salah satunya dari kain tenun.

“Jadi, teman-teman boleh lihat galeri tenun yang ada di P3UD Deli Serdang. Kurang lebih inilah produk-produk yang dihasilkan. Selain di P3UD, produksinya ada di tempat lain. Teman-teman boleh berkunjung dan melihat proses produksi yang dilakukan setiap harinya,” ujar Hasanah.

“Selain produk kain tenun, di dalam tadi ada banyak banget kerajinan tangan dari bahan sederhana, kayak sepatu anyam, tas buatan tangan, lukisan, dan masih banyak lagi,” sambungnya.

“Ayo, buat teman-teman yang penasaran bisa banget datang ke P3UD Deli Serdang. Untuk melestarikan tradisi dan budaya daerah, perlu banget campur tangan anak muda. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tutup Hasanah. (***)