banner 728x250

DPD GMNI Jatim Masa Juang 2023-2025 Resmi Dilantik

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneseia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) masa juang 2023-2025 resmi dilantik. (Foto: GMNI for Rubrika)

RUBRIKA – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneseia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) masa juang 2023-2025 resmi dilantik.

Pelantikan yang mengusung tema “The Spirit Of GMNI Meneguhkan Konsensus Bernegara Dalam Bingkai Persatuan” ini berlangsung di Graha Mahameru Surabaya, Kamis (18/4/2024).

banner 336x280

Dalam pelantikan ini, dihadiri langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Ditintelkam Polda Jatim, A. Warits Ketua Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi Ketua KPU Provinsi Jatim dan Sekjen DPP GMNI Agneg Dendy Setiawan.

Baca Juga:   EM UB Malang Tak Akui 1 Juni Harlah Pancasila, GMNI Kritik Pedas Rektorat

Ketua DPD GMNI Jatim Hendra Prayogi dalam orasi politiknya pasca dilantik mengatakan, Kader GMNI harus memperkuat dan mempertajam pemahaman ideologi Marhaenisme menjadi pisau analisa berorganisasi, yang kemudian juga harus memasifkan kaderisasi di seluruh cabang-cabang di GMNI khususnya Jawa Timur.

“Kesejatian GMNI mari kita gapai tentunya dengan menguatkan pemahaman ideologi dan semakin memasifkan kaderisasi di Jawa Timur,” kata Hendra Prayogi.

Baca Juga:   Semakin Menggeliat, Pemuda Surabaya Turun Jalan Menangkan Ganjar-Mahfud
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneseia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) masa juang 2023-2025 resmi dilantik. (Foto: GMNI for Rubrika)

Di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang tidak mudah dalam berorganisasi, lanjut Hendra, GMNI harus tetap memegang teguh tradisi intelektual dan produktifitas sebagai generasi muda penerus bangsa.

“Mari kita memperbesar kebermanfaatan GMNI, yang tentunya tidak lain untuk membela Marhaen,” lanjutnya.

Selain itu, masih kata Hendra, pihaknya mendorong seluruh pengurus cabang GMNI di kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memperkuat wilayah-wilayah dampingan.

Baca Juga:   Problematika Pertanian dan Deagrarianisasi di Jawa Timur

Yakni dengan cara satu cabang 1 desa dampingan untuk menggali potensi desa dan melakukan adovokasi pada setiap desa dampingan

“Kedepannya setiap DPC GMNI di Jawa Timur  harus memiliki satu desa dampingan dan memperkuat wilayah desa dampingan, tentunya desa ini sebagai lahan advokasi dan penggalian potensi desa yang bisa dikembangkan kader GMNI,” ucapnya. (***)