banner 728x250

Bersama KPU dan Bawaslu, DPD GMNI Jatim Deklarasikan Pemilu Damai 2024

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) menggelar sosialisasi dan deklarasi Pemilu Damai di Suite Hotel Surabaya, Minggu (17/12/2023).

SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) menggelar sosialisasi dan deklarasi Pemilu Damai di Suite Hotel Surabaya, Minggu (17/12/2023). 

Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Jatim A. Warits, Ketua KPU Jatim Choirul Anam dan Ketua Forkom Jurnalis Nahdliyin, juga dihadiri oleh pengurus cabang GMNI seluruh Jawa Timur. 

banner 336x280

Ketua DPD GMNI Jatim Hendra Prayogi mengatakan, momentum pemilu harus dijadikan ajang konsolidasi akbar rakyat, dijadikan ajang musyawarah rakyat, dan dijadikan ajang adu ide dan gagasan untuk mewujudkan hal-hal dasar dan keadialan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Bukan politik riang gembira yang tanpa makna, bukan politik gimik yang tidak bersubtansi. 

“Pemilihan Umum (Pemilu) secara esensi merupakan proses pembelajaran dalam rangka pendewasaan bangsa. Pemilu juga merupakan momentum ujian bagi seluruh elemen bangsa, mengenai seberapa jauh nilai-nilai demokrasi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” katanya. 

Nilai-nilai demokrasi yang dimaksud, lanjut Hendra, ialah menyelesaikan pertikaian secara damai dan sukarela, menjamin terjadinya perubahan secara damai, pergantian penguasa dengan teratur, adanya pengakuan terhadap nilai keanekaragaman, adanya pengakuan dan jaminan atas tegaknya keadilan, serta ilmu pengetahuan yang maju.

“Kader GMNI harus turut memastikan bahwa Pemilu Damai tidak semata-mata dimaknai sebagai slogan, melainkan sebagai ikhtiar untuk menciptakan atmosfer yang kondusif selama seluruh rangkaian tahapan Pemilu,” lanjutnya

“Juga bersedia untuk sepakat, bahwa menjaga kedamaian selama Pemilu adalah tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali, turut memastikan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kampanye politik dapat menjalankan perannya dengan tanpa mencederai harga diri dan martabat setiap pihak, termasuk lawan politiknya. Demikian pula, sudah bukan saatnya, masa kampanye diisi dengan kegiatan yang tidak produktif dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” ucapnya. 

“Kami menaruh harapan besar kepada KPU dan Bawaslu untuk memastikan pemilu 2024 bisa berjalan jujur dan adil. Mari kita saling bekerja sama, sehingga Pemilu 2024 dapat menjadi bukti bahwa masyarakat telah kian cerdas dalam berpolitik, sekaligus menjadi perayaan atas kedewasaan kita sebagai Bangsa Indonesia,” tegasnya. 

Ketua Bawaslu Jatim A. Warits yang hadir dalam agenda ini memgatakan, Pemilu adalah sebuah keniscayaan yang harus dijaga bersama untuk kedaulatan rakyat.

Oleh karena itu pemilu tidak hanya harus berlangsung secara damai, tetapi juga harus mendorong stabilitas, beradab, berkeadilan dan berkemanusiaan. Maka hal itu harus didorong oleh kader GMNI khususnya. 

“Pemimpin harus bisa mentransaksikan ide, sehingga rakyat diberi kesempatan melihat visi-misi peserta pemilu, dan tentunya pemimpin harus bisa mengelola kepentingan rakyat. Jangan sampai ada politisasi identitas di pemilu yang akan berjalan nanti,” katanya. 

Selaras dengan A.Warits, Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam menuturkan, penguatan literasi anak muda dalam pemilu adalah hal penting yang harus diterapkan. 

Ia juga mengajak kader GMNI harus turut serta dalam penyelenggaraan pemilu. Semisal mengikut menjadi KPPS atau menjadi pemantau pemilu. 

“Maka kami undang kawan-kawan GMNI untuk menjadi bagian penyelengaraan pemilu, entah menjadi pemantau pemilu atau menjadi KPPS. Sehingga kader GMNI memiliki lembaga untuk mengkritisi tentang berjalanya pemilu,” tuturnya. (***)