banner 728x250

UPT BLK Surabaya Pastikan Pemenuhan Target FCAW untuk Korea, Gaji 27 Juta Perbulan

Penandatanganan MoU pihak BLK Surabaya bersama Disnaker Jatim dengan Samsung Korea.

SURABAYA – FCAW merupakan singkatan dari Flux Cored Arc Welding yaitu salah satu jenis las listrik yang memasok filler elektroda secara mekanis terus-menerus ke dalam busur listrik yang terbentuk di antara ujung filler elektroda dan metal induk.

Pada Selasa (22/11) pagi, UPT BLK Surabaya bersama Disnaker Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar event Job Market Fair di halaman BLK Surabaya.

banner 336x280

UPT BLK Surabaya bersama Disnaker Jatim telah melakukan MoU dengan pihak Samsung Korea untuk ikut menyumbangkan tenaga kerja di bidang pengelasan atau Welder dengan gaji perbulannya sebesar 27 juta.

Kepala UPT BLK Surabaya, Sunarya, mengungkapkan Job Market Fair kali ini diikuti oleh 50 perusahaan dengan 2.445 lowongan kerja.

Ia juga mengungkapkan pekerja lokal Indonesia yang dikirimkan ke luar negeri mencapai 70.000 pada tahun 2019, namun angka tersebut berkurang semenjak adanya PPKM imbas pandemi Covid-19.

Sunarya mengakui adanya peristiwa pandemi membuat tenaga kerja Indonesia yang dikirimkan ke Korea menjadi berkurang di mana hal tersebut juga diikuti dengan angka pengangguran yang meningkat.

Akan tetapi setelah pandemi berlalu UPT BLK Surabaya yang didukung juga oleh Kemnaker berencana untuk mengirimkan kembali tenaga kerja las ke Korea.

“Di tahun 2019 itu mencapai 70.000 tapi itu turun-turun dan sekarang sudah naik lagi. Tadi juga dilaksanakan nota kesepahaman MoU dengan Samsung Heavy Industry Korea, itu kami akan memberikan yang terbaik untuk pelatihan tenun memberi penempatan khusus untuk tenaga Welder atau las FCAW untuk diberangkatkan ke Korea,” kata Sunarya kepada wartawan Rubrika.

Untuk mempersiapkan hal tersebut UPT BLK Surabaya akan menjadi tempat pemberian pelatihan dan skill test pada tanggal 23 hingga 24 November.

“Yang menyeleksi adalah pihak dari Korea langsung. Syaratnya adalah sudah punya kompetensi dibuktikan dengan sertifikat BNSP, itu dari pihak Samsung,” ujar Sunarya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan skill tes di Cikarang pada Oktober dengan sebanyak 8 orang yang dinyatakan lulus dari 30 peserta dari BLK Surabaya.

Atas hal tersebut BLK Surabaya memiliki harapan bisa mengirimkan tenaga kerja lokal ke Korea sebanyak-banyaknya.

“Permintaan dari Korea itu 1000 tenaga Welder dan kini hanya baru 300 yang terpenuhi, tapi angka 300 itu bukan hanya dari Jawa Timur saja,” ujarnya.

Atas hal tersebut, pihak Korea juga memberi tanggapan kepada Sunarya terkait alasan mereka memilih Jatim dikarenakan warga Jatim memiliki attitude yang baik, hal tersebut juga dijadikan sebagai pertanyaan oleh pihak Korea atas tingkat kelulusan yang sedikit.

“Yang dipertanyakan Korea kenapa yang lulus cuma sedikit. Maka dari itu kita fasilitasi serta memberikan pelatihan-pelatihan untuk mengakomodir semua pelatihan Welder itu,” jelas Sunarya.

“Jadi ini tidak hanya di UPT BLK Surabaya saja tapi di luar Delta Surabaya dan jajaran Disnaker Jawa Timur juga. Tapi tempat skill tesnya tetap di UPT BLK Surabaya, dan penempatan weldernya itu tidak hanya di Korea tapi di Taiwan juga ada,” tambah Sunarya.

“Jadi minimal peserta yang intinya itu bakal dikirim ke Korea itu minimal harus menguasai teknik pengelasan FCAW 3G,” ungkap Sunarya.

Dalam hal ini UPT BLK Surabaya bersedia memberikan pelatihan yang nantinya jika pelatihan sudah selesai dan dianggap berkompeten maka peserta tersebut akan diberikan sertifikat oleh UPT BLK Surabaya.

“Ada, nanti sertifikat dari BNSP ada. Udah yuk tesnya itu tidak bisa dilihat hanya peserta saja yang boleh masuk kan juga diawasi langsung oleh pihak Samsung Korea,” tutupnya. (***)