banner 728x250

Bus Listrik Baru Kawal Transisi Transportasi Menjelang Event Internasional di Surabaya

Tujuh unit bus hingga feeder listrik baru resmi meluncur dalam rangka uji coba di Kota Surabaya, mulai Rabu (8/11/). (Foto: Rubrika)

SURABAYA – Tujuh unit bus hingga feeder listrik baru resmi meluncur dalam rangka uji coba di Kota Surabaya, mulai Rabu (8/11/).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan, pengoperasian transportasi listrik tersebut dilakukan secara bergilir dan dilakukan perbulan. 

banner 336x280

“Ada tiga merek yang akan diuji coba. Selama tiga bulan kami uji coba gratis. Krunya dari Surabaya Bus kami latih dulu karena kan berbeda, ini bus listrik,” kata Tundjung kepada wartawan usai upacara uji coba bus listrik dari Terminal Joyoboyo, Selasa (7/11).

Ia mengatakan untuk bus besar berkapasitas sekitar 60 orang, medium 18 dan 22, sementara kecil 12 penumpang, akan melintas di rute yang berubah-ubah untuk melengkapi Suroboyo Bus dan bus seperti Wira Wiri  Suroboyo yang sudah ada.

Dirinya mengungkapkan rute tersebut terus berubah guna melakukan evaluasi terhadap kepadatan lalu lintas. 

“Rute-nya kami ubah terus, supaya kami tahu dan evaluasi dari Surabaya, lalu jika daerah kecil kami siapkan feeder seperti apa. Bus medium melintas di jalan utama, kalau bisa siap besok, ya besok dilakukan,” ungkapnya. 

Direktur PT Kalista Nusa Armada Tammam Jannata dimana perusahaannya merupakan anak PT Indika Energy Tbk mengatakan, kerja samanya di bidang transportasi umum dapat memberi solusi terintegrasi untuk pemkot.

Tammam mengatakan uji coba tersebut dilakukan selama tiga bulan gratis. Setelah masa uji coba berakhir, baru akan ditentukan jenis unit mana yang akan dipilih pemkot Surabaya untuk digunakan di Surabaya. 

“Kalista baru diawali bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Jadi bisnis model yang kami tawarkan yaitu Buy The Service (BTS), jadi kami menyediakan layanan, service sesuai dengan pola belanja daerah, jadi dari pada beli satu (unit) bisa beli (layanan) beberapa unit langsung. Untuk evaluasinya kami tunggu juga nanti dari Pemerintah Kota Surabaya seperti apa,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, beberapa orang yang ditunjuk sebagai sopir bus uji coba tersebut berasumsi hal ini kemungkinan ada kaitannya dengan pelaksanaan Piala Dunia FIFA U-17 karena rencana untuk jalur yang digunakan untuk uji coba pertama mengarah ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). (***)