banner 728x250
Daerah  

Wali Kota Surabaya Instruksikan Satpol PP Tindak Tegas Prostitusi Terselubung di Hotel dan RHU

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA – Dalam apel Cipta Kondisi bersama tim Satpol PP di Balaikota, Rabu (1/11), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan perlunya operasi besar-besaran di sektor Rumah Hiburan Umum/Malam (RHU) untuk memberantas permasalahan tersebut.

Apel ini digelar sebagai respons terhadap kasus memprihatinkan yang baru-baru ini diungkap Polsek Tanjung Perak Surabaya, yang melibatkan eksploitasi anak di bawah umur untuk tujuan prostitusi guna mempertahankan gaya hidup tertentu.

banner 336x280

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Surabaya, Cak Eri sapaan akrabnya, mengimbau warga tetap waspada dan melaporkan jika ada prostitusi atau pesta minuman beralkohol yang terjadi di sekitarnya.

“Jangan pernah berfikir Surabaya akan aman, bahagia dan nyaman, kemaksiatan dibiarkan bertumbuh liar di Kota Surabaya,” tegas Eri ketika apel.

Dengan mendorong masyarakat untuk melaporkan kegiatan tersebut, Cak Eri meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi praktik ilegal tersebut.

“Makanya saya minta warga membuat laporan kepada kami, sehingga kami bisa turun. Dan kami akan buat pos-pos itu di seluruh wilayah Kota Surabaya dengan Satpol PP di setiap wilayah dan elemen-eleman lainnya,” mintanya

Selain itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapat laporan dari Badan Ketertiban Umum (Satpol PP) Surabaya yang menyatakan sebelumnya telah melakukan penindakan dengan menangkap beberapa remaja yang kedapatan mengadakan pesta minuman beralkohol.

“Saya terus terang ingin melibatkan banyak elemen yang ada di Kota Surabaya. Jadi, saya juga masih mendengar banyak titik yang ada tempat anak-anak minum minuman keras di malam hari. Ada juga tempat yang katanya ada untuk prostitusi,” kata Eri.

Eri pun mengaku mendapat informasi dari Satpol PP mengenai adanya sebuah hotel di Surabaya yang bekerjasama dengan oknum pelaku operasi prostitusi online tersebut.

“Saya dapat kabar kemarin tentang prostitusi, tapi kalau ada yang memang satu lantai bisa dibuat tempat begitu. Kemarin yang disampaikan Pak Kapolres ada tempat yang menjual prostitusi online yang melakukan di hotel-hotel, kita antisipasi jangan sampai kejadian berulang kali di Surabaya,” ungkapnya.

Menanggapi laporan Satpol PP, Eri meminta Satuan Kesehatan Daerah dan hotel-hotel di Surabaya mengeluarkan surat pernyataan tidak bekerjasama dengan pekerja seks atau terlibat dalam penjualan minuman beralkohol ilegal serta melakukan pemeriksaan.

Jika ditemukan pelanggaran dalam pemeriksaan, Eri menegaskan pihak Pemkot Surabaya akan memastikan sanksi yang diberikan setimpal mulai dari denda dan hukuman hingga tindakan yang lebih berat, seperti penutupan sementara atau bahkan penutupan permanen.

Eri mengatakan pihak Pemkot Surabaya akan melakukan pemetaan tempat yang dilakukan khusus pemberantasan prostitusi dan peredaran minuman beralkohol merupakan langkah dalam mengatasi permasalahan sosial tersebut.

Ia ingin semua pihak antara camat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan sejumlah personel aparat termasuk Satpol PP dan kepolisian terlibat.

“Jadi, kecamatan adalah menguatkan di masing-masing wilayahnya. Untuk memilki dengan Bhabinkamtibmas. Titik-titik mana saja, yang kelihatan itu nanti akan saya petakan. Kalau pun ada kumpulan anak muda di titik itu untuk minuman keras, terus mungkin ada rumah atau tempat-tempat yang seperti itu, ada informasi yang gak benar, kita harus turun memetakan wilayah-wilayah itu,” terangnya.

Namun, Eri juga menyebutkan ada beberapa hotel di Kota Surabaya yang tidak mengetahui adanya aktivitas prostitusi yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, akan dilakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi tersebut.

“Memang ada beberapa hotel yang tidak tahu. Kalau ada tamu datang untuk melakukan itu, kami akan pisah-pisahkan itu,” kata Eri.

“Jadi tentunya prostitusi yang tidak boleh, masak kita mau mundur mau jadi apa kota ini. Mau jadi apa anak cucu kita. Untuk itu, saya bilang Surabaya boleh jadi metropolitan tapi jangan pernah lupa sama agamanya. Jangan sampai menjadi kota besar tapi lupa aturan-aturan,” imbuhnya. (***)