banner 728x250

Kecewa Terhadap Performa, Bonek Geruduk Kantor Persebaya Surabaya

SURABAYA – Ratusan Suporter Persebaya Surabaya, Bonek menggeruduk kantor manajemen klub di Surabaya Town Square (Sutos), Senin (30/10/2023).

Mereka mengungkapkan ketidakpuasannya atas buruknya performa tim sejak bergulirnya Liga 1 2023-2024. Bonek meminta manajemen bertanggungjawab atas hasil mengecewakan tersebut.

banner 336x280

Protes terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebagai tanda kesetiaan dan kebanggaan, Bonek mengawali aksinya dengan menyanyikan lagu Persebaya yang dikenal dengan judul “Song for Pride”.

Di antara berbagai tuntutan mereka, satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya manajemen meningkatkan performa tim, apalagi mengingat kekalahan baru-baru ini melawan Persik Kediri dengan skor 4-0 pada laga babak pertama.

“Berbagai isu mengiringi perjalanan tim, dimulai dari bursa transfer pemain, skema permainan tim yang tidak jelas, hingga kualitas kerangka pemain,” kata Capo Ipul saat orasi.

Tuntutan Bonek tersebut karena posisi Persebaya saat ini di klasemen liga. Persebaya berada dalam posisi sulit, tertahan di peringkat 11 dengan 22 poin.

Artinya, tim berisiko terpeleset lebih jauh jika PSM Makassar mengamankan kemenangan melawan RANS Nusantara FC. PSM saat ini berada di peringkat 12 dengan 21 poin sehingga persaingan ketat.

Sementara di bawah asuhan pelatih baru Josep Gombau, Persebaya terus mengalami penurunan performa, terbukti dengan kekalahan yang mereka alami belakangan ini.

“Pemain kunci harusnya bertahan. Tapi, apa yang terjadi, satu per satu mereka lepas. Dari situ, kami mulai merasa resah. Harusnya, manajemen bisa mengambil pemain yang setara. Ini jadi PR besar bagi mereka yang di atas,” ungkapnya.

“Diingat !! Persebaya ini besar, bukan tim kaleng-kaleng. Bonek selalu ada untuk Persebaya dalam kondisi apapun. Bonek selalu yang terdepan jika Persebaya dizalimi,” tambah Ipul.

Bonek menuntut performa dan hasil yang lebih baik dari tim kesayangannya karena ingin melihat Persebaya naik lebih tinggi di klasemen dan mengamankan posisi yang lebih diunggulkan.

Laga Persebaya kontra Persis Solo kabarnya akan menjadi awal mula putaran kedua Liga 1 yang rencananya akan berlangsung pada 2 November 2023.

Bonek berharap Persebaya bisa meraih kemenangan di laga tersebut karena menjadi penentu kemenangan mereka. Kinerja di putaran kedua liga.

Dalam aksi tersebut, Bonek meneriakkan “Yahya Out” yang bermula dari kekesalan mereka terhadap hasil negatif tim di Liga 1.

Mereka menilai pimpinan saat ini yang diwakili Yahya bertanggung jawab atas buruknya performa tim dan menyerukan agar Yahya Alkitri segera turun tangan, dicopot sebagai manajer tim.

“Persebaya tidak pantas berada di bawah peringkat 10. Persebaya selayaknya ada di peringkat kedua atau satu, tidak lebih. Itu lebih layak. Tidak ada revisi target. Target kita tetap sama, yaitu juara,” ujar Capo Ipul.

Selama Josep Gombau menjabat sebagai pelatih Persebaya, terdapat tiga laga yang mana tim hanya menang satu kali, satu kali imbang, dan tiga laga terakhirnya kalah.

Akibat hasil buruk tersebut, manajemen Persebaya memutuskan mengangkat kembali Uston Nawawi sebagai pelatih kepala. Saat orasi, Bonek pun menyebut empat tuntutan terkait pengelolaan tim Persebaya.

Tuntutan pertama ditujukan kepada sang CEO, Azrul Ananda, yang memintanya memberikan pernyataan jelas dan mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan tim.

Tuntutan kedua ditujukan pada performa tim di putaran kedua Liga 1. Suporter menuntut target maksimal 9 poin, baik lewat kemenangan penuh atau minimal 7 poin. Jika target tersebut gagal dicapai manajemen, suporter meminta manajer tim Persebaya mengundurkan diri.

Tuntutan ketiga agar pihak manajemen melakukan pengawasan penuh terhadap pemain lokal dan asing. Tuntutan ini menyoroti pentingnya manajemen pemain yang efektif dan perlunya pengawasan terus-menerus.

Terakhir, Bonek menuntut Persebaya menjadi juara. “Target juara harus tetap terealisasi di musim ini,” kata Ipul dalam tuntutan Bonek yang terakhir.

Dalam orasi tersebut, pukul 10.45 WIB Bonek ditemui tim pengurus Green Force yang terdiri dari Yahya Alkatiri, Uston Nawawi, dan Candra Wahyudi.

Menanggapi tuntutan Bonek, Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 10 pemain yang saat ini tergabung dalam timnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan CEO, akan ada 10 pemain yang akan dievaluasi, delapan pemain lokal dan dua pemain asing,” kata Candra.

Candra juga mengatakan bahwa pihaknya memastikan Persebaya akan memenuhi target Bonek dengan minimal meraih tujuh poin di pertandingan terakhir dimana hal itu juga akan disampaikan ke pemain dan pelatih.

“Target empat besar, kami tidak pernah menganulir, CEO Persebaya juga ingin kita juara. Prosesnya kami tetap mengupayakan, dalam jangka pendek masuk empat besar,” kata Candra.

Namun pihak Bonek tidak peduli dengan siapapun nama dan jumlah pemain yang dievaluasi. Mereka hanya menginginkan kemenangan untuk Persebaya.

“Dari manapun pemainnya, siapa namanya, siapapun pemainnya, yang penting Persebaya juara,” kata Capo Ipul yang disambut tepuk tangan Bonek.

Orasi tersebut berlangsung selama 3 jam, menariknya pihak Bonek melakukan orasi tanpa menimbulkan kemacetan. Diakhir, Song for Pride dinyanyikan kembali menandakan orasi mereka telah selesai. (***)