banner 728x250

LK UMM Gelar Pelatihan Menulis di Lapas Perempuan Kelas II Malang

Pelatihan Menulis di Lapas Perempuan Kelas II A Malang oleh LK UMM. (Foto: Ist)

MALANG – Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan pembinaan menulis kepada warga binaan Lebaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Malang, Selasa (09/08/2022) lalu.

Pembinaan menulis yang meliputi langkah-langkah awal menulis cerita, penggunaan bahasa hingga cara menghasilkan karya tulisan yang menarik ini berlangsung dengan penuh antusias dari para warga binaan ini.

banner 336x280

Kepala Lapas Tri Anna Aryati, merespon kegiatan LK UMM ini. Dia mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menggali sekaligus melatih kemampuan menulis para warga binaan di Lapas Kelas II Malang.

“Kehadiran bapak dan ibu dengan penuh keikhlasan di Lapas dengan tujuan mulia yakni membagikan ilmu dan membuka jalan untuk para warga binaan pada sisi kepenulisan secara cuma-cuma ini semoga barokah,” katanya.

Kepala Lapas yang akrab disapa Tri ini membeberkan, sebelumnya UMM dan Lapas telah sukses menerbitkan buku dengan judul Titik Nadir Penantian yang akan segera dicetak untuk yang kedua kalinya.

“Saya berharap peserta dapat lebih serius dan lebih fokus dalam menyerap ilmu yang diberikan guna menghasilkan karya tulis yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala LK UMM Daroe Iswatiningsih, memberikan apresiasi kepada warga Lapas perempuan Kelas II Malang.

Menurutnya, peserta pelatihan kepenulisan ini sudah memiliki bakat dan potensi dalam menulis namun perlu dilatih lagi agar menghasilkan hasil penulisan yang lebih baik.

“Saya yakin peserta mampu menerbitkan buku dengan kualitas tulisan lebih baik dari karya mereka sebelumnya,” bebernya.

Kepala LK ini juga menghimbau kepada warga binaan untuk merenung dan meningkatkan tata bahasa serta struktur kalimatnya melalui kebiasaan membaca buku.

Karena dengan membaca buku juga, pondasi Ide dan gagasan kepenulisan mereka akan terbentuk.

Menanggapi kegiatan ini, Selvi seorang warga binaan Lapas Kelas II Malang mengaku sangat termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dirinya mengaku dengan kegiatan ini, jalan untuk menjadi penulis di kemudian hari sangat terbuka.

“Jikapun tidak menjadi penulis, kami bisa membagikan cerita yang menyentuh hati dari balik jeruji. Kisah tentang bagaimana yang kami lalui sebagai Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lapas Kelas II Malang,” tuturnya.

Agenda pelatihan ini juga menghadirkan sederet pemateri handal dan kompeten dalam penyusunan cerita pendek hinga mahir dalam penataan bahasa dan budaya digital serta pemilihan diksi yang baik bagi pembaca.

banner 336x280