banner 728x250

Menkop-UKM Akan Bentuk Pabrik CPO dan RPO Mini Berbasis Koperasi

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: ist)

JAKARTA – Pemerintah membahas hilirisasi produk kelapa sawit, antara lain usulan pembentukan pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak makan merah (red palm oil/RPO) mini berbasis koperasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki dalam keterangannya selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin  (18/7/2022).

banner 336x280

“Pak Presiden sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi. Ini saya kira akan menjadi solusi karena 35 persen produksi sawit atau CPO ini berasal dari petani mandiri, petani swadaya. Ini juga menjadi solusi distribusi minyak makan merah untuk suplai minyak makan ke masyarakat, karena minyak makan merah ini sudah diketahui sehat, kandungan protein dan vitamin A nya tinggi,” ujar Teten.

Teten menjelaskan, saat ini teknologi produksi minyak makan merah sudah di rancang oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan. Teten berharap PPKS dapat segera membuat detail engineering design (DED) sehingga mesin tersebut bisa segera diproduksi untuk menjadi proyek pilot.

“Nanti ya kita putuskan (pilotnya dimana), tentu salah satunya ya Sumatera, Kalimantan, tapi ada koperasi-koperasi yang secara keuangan dapat membangun sendiri dengan keuangan dan mereka kan koperasi punya anggota cukup besar yang anggotanya juga UMKM. Jadi saya optimistis minyak makan merah ini selain sehat juga lebih murah, pasti bisa diterima pasar,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Teten menegaskan  bahwa kebijakan ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah sebagai solusi atas dua hal, yakni stabilitas harga tandan buah segar (TBS) petani dan suplai minyak goreng. Teten berharap dengan adanya pabrik CPO dan RPO berbasis koperasi, kesejahteraan petani sawit bisa membaik.

“Ya ini optimalisasi jadi hilirisasi sawit rakyat yang selama ini mereka jual sawitnya ke industri. Mereka selalu ada problem dengan harga TBS yang tidak stabil. Terlambat dalam semalam akan susut 20 persen, sehingga petani akan dirugikan. Kalau sekarang petani mengolah sendiri dengan punya pabrik pengolahan CPO dan RPO nya, saya kira nilai tukar petani akan baik, kesejahteraan petani akan lebih baik,” tandasnya.