banner 728x250

Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Sadar Wisata di 3 Desa Wisata Kabupaten Malang

Sosialisasi Sadar Wisata oleh Kemenparekraf di 3 Desa Wisata Kabupaten Malang. (Foto: ist)

MALANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di 3 desa wisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan yang bertempat di tiga desa dalam wilayah Destinasi Wisata Prioritas Bromo-Tengger-Semeru, ditegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata merupakan pelaku utama dalam pengembangan pariwisata era Society 5.0 meski saat ini digitalitasi dan teknologi menjadi sebuah keniscayaan dalam setiap sektor.

banner 336x280

Sosialisasi Sadar Wisata adalah tahapan pertama rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dan warga, mencetak SDM pariwisata yang unggul dan mampu mengembangkan desa wisata ke jenjang yang lebih tinggi.

Seperti dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sebelumnya, bahwa warga harus betul-betul sadar akan potensi wisata yang dimiliki daerahnya masing-masing, karena itu akan menjadi bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh dalam acara Sosialisasi Sadar Wisata yang berlangsung Jumat (08/07/2022) di Desa Penyangga Wisata Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, yakni Desa Wisata Jeru, Desa Wisata Poncokusumo, dan Desa Wisata Wringinanom, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Frans menjelaskan bahwa Kemenparekraf mendorong perkembangan pariwisata yang dapat beradaptasi di era society 5.0.

Frans mengatakan, meski dewasa ini tekonologi dan digitalisasi adalah hal yang tak terlelakkan berbagai sektor, namun SDM tetap menjadi komponen utama, yakni para pelaku pariwisata serta warga desa wisata.

Andil SDM pariwisata dipandang signifikan untuk melahirkan interaksi dengan para wisatawan sekaligus berkolaborasi antar pelaku pariwisata.

“Para pelaku pariwisata harus memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam membangun komunikasi. Sementara di saat yang sama juga membangun kolaborasi dan jejaring dengan para pelaku pariwisata lainnya,” tutur Frans.

Selain itu, kehadiran SDM pariwisata yang unggul juga akan menghadirkan sentuhan manusia yang sangat penting guna memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Karena itu, Frans mengharapkan peran aktif para pelaku pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa masing-masing.  

“Saya mengimbau agar benar-benar menjadikan desa-desa wisata dengan pengalaman terbaik. Kita mendesain dan menawarkan experience sehingga akhirnya mewujudkan kunjungan berkualitas dan akan melahirkan dampak ekonomi, budaya dan dampak lingkungan yang positif. Desa wisata menjadi motor kebangkitan pariwisata saat ini,” ujar Frans.

Terkait Kampanye Sadar Wisata, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Florida Pardosi pada pembukaan Sosialisasi Sadar Wisata hari yang sama, bahwa terdapat 6 tahapan dalam rangkaian kegiatannya.

Setelah menyelesaikan tahapan sosialisasi, akan ada 10 orang terpilih dari tiap desa yang diharapkan dapat menjadi duta pariwisata dan agen perubahan di desa wisata masing-masing.

“Butuh orang yang berdedikasi tinggi, berkomitmen, dan berkeinginan kuat untuk meningkatkan kapasitasnya dan mengembangkan  pariwisata di desa wisata. Harapannya, mereka akan menjadi trainer bagi SDM pariwisata lainnya, sebagai perpanjangan tangan kami (pemerintah pusat) untuk pengembangan pariwisata,” tutur Florida.

Florida juga mendorong para pihak di tataran pemerintah daerah supaya kelak dapat mengadakan program-program pengembangan pariwisata, sebagai tindak lanjut dari Kampanye Sadar Wisata, sehingga pada akhirnya akan dapat mendukung peningkatan perekonomian warga secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto, mengharapkan akan dapat dilakukan seleksi sehingga terpilih kader-kader yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pariwisata di desanya masing-masing.

Ia juga meminta partisipasi setiap pihak dalam memastikan keberlangsungan seluruh kegiatan dengan baik agar hasilnya optimal.

“Sekali lagi ini bukan hanya sekadar pelatihan sekali datang. Akan berkelanjutan dan akan terus kita pantau agar nanti hasilnya seperti apa.  Seluruh jajaran supaya terus memantau, sehingga apa yang diinginkan oleh pemerintah pusat dapat menjadi kenyataan,” ujarnya.

Kampanye Sadar Wisata akan dilaksanakan di 65 desa wisata pada tahun 2022 dan 90 desa wisata pada tahun 2023 di 4 wilayah Destinasi Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur-Yogya-Prambanan, Mandalika, dan Labuan Bajo, serta 2 Destinasi Pariwisata Prioritas Bromo-Tengger-Semeru dan Wakatobi.

banner 336x280