banner 728x250

Musisi dan 14 Seniman Asal Malang Meriahkan Pameran ‘Wet Is My Friend’ di JNM Bloc Jogja

Foto: instagram @wetismyfriend

YOGYAKARTA – Pembukaan pameran ‘Wet Is My Friend’ di lantai 3 gedung JNM (Jogja National Museum) Bloc Senin, 16 Mei 2022 lalu berlangsung meriah.

Acara dibuka dengan performance art oleh artis dari masing-masing kelompok yang tergabung dalam nama ‘Sak Stel Sak Karakter’.

banner 336x280

Grup ini merupakan kolaborasi dari dua kelompok komunitas seni yang berbeda, yakni kelompok Kencing Andjing dari Malang dengan kelompok Barbarados dari Yogyakarta.

Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan performance art oleh Iwan Wijono dengan menyalakan dupa di kepala dan membacakan orasi kebudayaannya.

Terdapat 14 perupa yang terlibat dalam pameran ini, 14 karya ditampilkan beragam mulai dari seni lukisan, seni grafis, seni instalasi hingga media art.

14 perupa tersebut merupakan perupa asal Malang yang terdiri dari Agus Salim, Aji Macanan, Bobby Nugroho, Dapeng Gembiras, Desi Dwi Lestari, Didit Prasetyo Nugroho, Efendi, Farhan Adityasmara, Iwan Syahroni, M. Agus Salim, Novantri, Ndraset, Purnomo Sigit, Wibi Wardhani.

Dengan mengangkat tema pameran ‘Boon!Boon!Boon!’, kurator Wilujeng Anggraeni, Agnisa Wisesa dan Naufal Ulum mencoba untuk menghadirkan kegembiraan berproses bersama, autentikasi perupa Malang dan sukacita mereka dalam berkarya melalui beragam karya yang di display di ruang pameran lantai tiga Jogja National Museum (JNM).

Dalam agenda pameran Wet Is My Friend yang berlangsung pada tanggal 16-30 Mei ini tidak hanya grup rupa yang bereksistensi. Acara ini turut pula diramaikan dengan panggung musik yang kini sedang aktif bergerilya di Kota Malang.

Beberapa musisi yang tergabung dalam Gembira Lokaria akan menampilkan musisi Malang ternama, antara lain Girl And Her Bad Mood, Intenna feat. Patricia Levyta, Monohero dan Tani Maju.

Beberapa musisi Yogyakarta juga turut berpartisipasi dalam panggung musik ini, diantaranya Proyek13, Teknoshit, The Shoping List dan Bagus Dwi Danto. 

Penampilan mereka tentunya akan dinantikan dan ikut menggembirakan acara panggung musik pada Sabtu malam, 21 Mei 2022 mendatang.

Program lainnya yang akan turut melengkapi sesi literasi dan diskursus pameran adalah acara bincang perupa dan bedah buku. Acara bincang perupa akan dihadiri para perupa dan kurator pameran, Bayu Widodo dari Survive Garage akan menjadi pemantik dari obrolan terkait perupa dan proses berkaryanya.

Dalam acara bedah buku perupa Didit Prasetyo akan membedah buku terbarunya berjudul Dari Panggung Ke Panggung (2019). Buku tersebut berisi soal rekam historis dan progres dari salah satu Band Malang yang kental akan nuansa komedi pada lagu-lagunya, yakni Tani Maju.

Wahyu Dhian dari RAWS Syndicate Bandung akan menjadi pemantik obrolan bedah buku kali ini. Acara Pameran Wet Is My Friend ini didukung penuh oleh Dewan Kesenian Malang sebagai upaya mendukung seniman-seniman Malang untuk berkarya.

Menurut Ajeng, kurator pameran Wet Is My Friend ini, hadirnya para seniman Malang ke Yogyakarta merupakan ajang kolaborasi, berkawan dan bersuka cita bersama.

Jikalau ‘mampir’ kali ini belum bisa terulang di masa mendatang, setidaknya semua yang datang dan memeriahkan pameran Wet is My Friend ini dapat merasakan sukacita dan kebersamaan yang berkesan dan senantiasa diingat.

banner 336x280