banner 728x250

Menlu AS Tuduh Rusia Sandera Pasokan Makanan Sebagai Senjata Perang di Ukraina

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (Foto: ist)

RUBRIKA – Polemik internasional yang terjadi saat ini masih terus berlanjut. Setelah penguasaan Rusia terhadap Kota Mariupol, Ukraina, kini Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia menyandera pasokan makanan dunia di tengah meningkatnya kekhawatiran kelaparan di negara-negara berkembang.

Dilansir dari Guardian, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuntut agar Rusia mencabut blokadenya terhadap pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan memungkinkan aliran makanan dan pupuk di seluruh dunia. Ia berbicara pada pertemuan dewan keamanan PBB pada hari Kamis, (19/05/2022) waktu setempat.

banner 336x280

“Pemerintah Rusia tampaknya berpikir bahwa menggunakan makanan sebagai senjata akan membantu mencapai apa yang belum dilakukan dari invasinya, untuk mematahkan semangat rakyat Ukraina,” ucap Blinken pada pertemuan yang diadakan oleh Pemerintahan Joe Biden itu.

“Pasokan makanan untuk jutaan orang Ukraina dan jutaan lainnya di seluruh dunia telah benar-benar disandera oleh militer Rusia,” tambahnya. 

Blinken meminta Rusia untuk berhenti mengancam untuk menahan ekspor makanan dan pupuk dari negara-negara yang mengkritik perang dari agresinya. Rusia dan Ukraina menghasilkan 30% dari pasokan gandum dunia dan 69% minyak bunga matahari dunia.

Serhii Dvornyk, anggota misi Ukraina untuk PBB, mendukung klaim Blinken dan meminta Rusia untuk berhenti “mencuri” gandum Ukraina dan membuka blokir pelabuhan, tercatat bahwa 400 juta orang di seluruh dunia bergantung pada gandum dari Ukraina.

“Ekspor biji-bijian negara itu turun dari 5 juta ton sebulan sebelum invasi Rusia Februari menjadi 200.000 ton di bulan Maret dan sekitar 1,1 juta ton di bulan April,“ tutur Dvornyk.

banner 336x280