banner 728x250

Sinergitas FJPN Bersama GPMC dalam Konservasi Mangrove di Dusun Tamban Malang 

Ketua GPMC Edi Sulaksono dan Ketua Litbang FJPN Amrin Pandiangan. (Foto: Farel Sirait/Rubrika)

MALANG – Dusun Tamban yang terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang memiliki pesona tersendiri untuk pemeliharaan dan pelestarian alam.

Betapa tidak, dusun yang berada di daerah Malang Selatan ini tetap eksis dalam menjaga keragaman hayati yang ada ditempat itu. 

banner 336x280

Masyarakat sekitar bersama pengelola GPMC (Gunung Phiting Mangrove Conservation) tetap menjaga keseimbangan alam melalui konservasi mangrove yang berjalan 4 tahun lamanya. 

“Kami GPMC dan masyrakat dusun disini sudah 4 tahun berjalan dalam menjaga serta membuat konservasi mangrove,” ujar Edi Sulaksono, Ketua GPMC, Jumat (06/05/2022). 

Menurut Edy konservasi mangrove saat ini memiliki luas kurang lebih sekitar 20 hektare, yang mana dengan luas yang seperti ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam pemeliharaan serta penanganannya. 

“Luas lahan mangrove yang ada disini kurang lebih 20 hekatare, sebenarnya dengan luas segini kami sangat butuh bantuan ataupun dukungan dari berbagai pihak. Baik itu dalam pemeliharaan serta penanganannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, FJPN atau Forum Jurnalis Peduli Negeri turut memberikan perhatian untuk merawat ekosistem pantai dengan melakukan konservasi mangrove.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada rekan-rekan FJPN yang mau datang dan memperhatikan pemeliharaan lingkungan terutama konservasi mangrove di Dusun Tamban,” pungkasnya.

Ketua Litbang FJPN, Amrin Pandiangan, menegaskan bahwa setiap jurnalis perlu dan penting untuk peduli terhadap pemeliharaan dan pelestarian lingkungan. Terutama mangrove yang berada di pesisir pantai. 

“Kita jurnalis itu sahabat semua orang, setiap jurnalis perlu dan penting dan untuk peduli kepada konservasi mangrove ini. Hal ini harus tetap dijaga dan dilestarikan,” tegasnya.

Pria yang juga merupakan didikan Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan bahwa zaman semakin berkembang, diperlukan sinergitas yang kuat antara sosial dan menjaga lingkungan untuk kehidupan manusia. 

“Zaman semakin berkembang, kita harus mampu bersinergis secara sosial dan menjaga lingkungan untuk kehidupan bersama umat manusia,” jelasnya.